LOMBA KARYA TULIS PEMUDA TINGKAT NASIONAL dan PENGHARGAAN UNTUK
PENULIS ARTIKEL KEPEMUDAAN
Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI bekerja sama dengan Forum
Lingkar Pena menyelenggarakan Lomba Karya Tulis dan Penghargaan untuk
Penulis Artikel Kepemudaan.
Persyaratan Lomba Karya Tulis:
1. Naskah berbentuk "esai" dengan tema "Kepemimpinan Pemuda".
Peserta dapat memilih salah satu dari sub-sub tema berikut):
a. Pemuda di Kursi Kepresidenan Indonesia
b. Pemimpin Muda Idaman.
c. Menjadi Pemimpin di Era Krisis Global.
d. Mencari Wadah Pencetak Pemimpin Bangsa.
e. Menjadi Pemimpin Lokal Berpikiran Global.
f. Jika Perempuan Menjadi Pemimpin Indonesia.
g. Budaya Baca Calon Pemimpin Bangsa.
2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan umum.
3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun.
4. Esai tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur
pornografi.
5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan, atau saduran.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronik
dan tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis.
7. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik di kertas
A4, font Times New Roman, 6-12 halaman, spasi ganda.
8. Mencantumkan kategori di sudut kiri amplop pengiriman naskah.
9. Nama penulis harus diletakkan pada halaman terpisah dengan lembar
naskah
10. Naskah dikirim rangkap 3 (tiga).
Persyaratan Penghargaan Penulis:
1. Artikel telah dimuat di media massa cetak antara bulan Oktober 2008
- April 2009 yang bertema Kepemudaan.
2. Melampirkan artikel (atau fotokopinya) yang telah dimuat sebanyak
tiga rangkap.
3. Lomba terbuka untuk umum (tanpa batasan usia)
4. Artikel tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur
pornografi.
5. Mencantumkan "Penghargaan Penulis" di sudut kiri amplop.
Persyaratan Teknis :
1. Pengiriman naskah disertai dengan fotokopi identitas diri
(KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor dan biodata singkat: nama, alamat
lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail). Untuk pengiriman email,
identitas diri dapat discan (dengan resolusi secukupnya).
2. Pengiriman naskah lomba esai atau penghargaan penulis dikirim ke:
Panitia Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional dan Penghargaan Penulis
Jl. Rasamala Raya No 20 Depok Timur 16418
Naskah lomba juga dapat dikirim melalui email: lomba.menpora@ gmail.com
(identitas diri dapat discan).
3. Naskah ditunggu selambat-lambatnya tanggal 5 Mei 2009
HADIAH setiap kategori dan Penghargaan Penulis:
Juara I: Rp2.500.000, -
Juara II: Rp2.000.000, -
Juara III: Rp1.500.000,
3 pemenang hiburan @ Rp500.000,-
* Pengumuman pemenang dapat dilihat di http://www.forumlin gkarpena. net
dan http://forumlingkar pena.multiply. com pada 1 Juni 2009.
Acara ini diselenggarakan oleh :
Deputi Pengembangan Kepemimpinan Pemuda Kementerian Pemuda dan
Olahraga bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena
Didukung oleh: ANNIDA & Lingkar Pena Publishing House
Keterangan lebih lanjut hubungi
Maryati (021) 573 8158, HP: 085813144822
Koko 0813 67675459
Denny 0899 9910037
Selasa, Maret 10, 2009
LOMBA KARYA TULIS PEMUDA TINGKAT NASIONAL dan PENGHARGAAN UNTUK PENULIS ARTIKEL KEPEMUDAAN
Rabu, Maret 04, 2009
RUMAH KITA Materi ke dua kelas menulis dasar FLP Pekalongan)
RUMAH KITA Materi ke dua kelas menulis dasar FLP Pekalongan)
Suatu ketika saya berdiri di depan sebuah rumah milik orang lain. Dari luar, saya membayangkan apa dan bagaimana isi rumah itu. Mungkin kamu juga pernah mengalaminya? Ya, kita membayangkan karena kita tidak tahu dan hanya melihat dari luarnya saja.
Kemudian sang pemilik rumah mempersilahkan saya masuk dan melihat segenap isi rumah. Ketika masuk itulah apa yang saya bayangkan semula bisa jadi berbeda dengan apa yang terhidang di hadapan saya. Dan seringkali memang itu yang terjadi. Meski pun pada akhirnya sering kali pula saya akhirnya bisa menduga seperti apa dan bagaimana isi rumah orang setelah sekian lama mengalami hal serupa. Berdiri di depan rumah, dipersilahkan masuk dan melongok semuanya.
Pernahkah kamu dipersilahkan masuk ke rumah orang?
Ketika masuk ke rumah orang itu lah aku melihat benda-benda yang bagus. Mungkin meja yang berukir indah, kursi beludru yang berornamen macan, tangga yang meliuk. Tapi saya seringkali merasa ingin mengubah sesuatu di dalamnya. Kadang saya merasa karpetnya kurang pas dengan pilihan warnanya. Kadang merasa andai saja ada pot bunga di sudut sana. Kadang merasa kalau ini rumahku akan aku pugar sekat dua ruangan ini agar lebih leluasa.
Begitulah. Dan ketika aku keluar dari rumah itu lalu bertemu dengan teman, aku menceritakan tentang rumah itu. Menceritakan tentang apa dan bagaimana isi dalam rumah itu. Menuturkan hal-hal apa yang aku suka dan yang kuingin mengubahnya jika saja ini adalah rumahku.
Maka begitu lah tugas teman-teman peserta kelas menulis dasar yang saya ampu saat ini. Kita berdiri di depan sebuah rumah orang lain: rumah yang kita sebut karya (cerpen, puisi, artikel, buku). Kita masing-masing telah memasuki rumah itu dan telah keluar. Sekarang tugasnya adalah menceritakan tentang rumah (baca: karya) orang yang telah kita baca.
Berpijak dari situlah tugas untuk dikerjakan dirumah saya berikan. Tugas yang saya sebut imitating. Tulislah karya orang itu dengan kata-kata kita, dengan inovasi kita, dengan bahasa kita sebagaimana kita berandai-andai ingin membangun rumah dan memberikan perabot dalam rumah kita ketika memasuki rumah orang lain.
Tapi jangan dulu kirimkan tulisan kita ke media. Ini hanya sekedar sarana berlatih kita. Sampai ketemu bulan depan.
Salam,
Aveus har
Selasa, Februari 10, 2009
Bungkus dan Isi: materi kelas menulis dasar 1
Bungkus dan Isi
Ini adalah materi pertama yang saya sampaikan di pertemuan pertama kelas menulis Forum Lingkar Pena (FLP) Pekalongan (8/2/09). Dengan berpijak pada tugas membuat surat, saya mencoba menguraikan tujuan kita menulis.
Surat adalah sebuah bentuk komunikasi tertulis di mana ada empat komponen di dalamnya, yakni penuju (penulis surat), tertuju (penerima surat), pesan (isi surat) dan gaya/teknik penulisan (bungkus surat). Apa sih tujuan kita menulis surat? Jawaban yang diberikan peserta kelas menulis adalah:
1. Menyampaikan isi hati
2. Memberikan kabar
3. Menyampaikan sesuatu yang ingin kita sampaikan
4. Mengekspresikan kata-kata.
Pada intinya, rata-rata menganggap bahwa tujuan kita menulis surat adalah menyampaikan sesuatu.. Misalnya, kerinduan seorang adik kepada kakaknya, kabar tentang hari-hari saat banyak tugas sekolah, dan lain-lain. Namun Jika hanya sekedar menyampaikan sesuatu (pesan), kenapa kita harus mengemasnya sedemikian rupa?
Jika sekedar menyampaikan kerinduan, kenapa kita tidak menuliskan: kak, aku rindu kamu. Cukup, dan tidak perlu berpanjang-panjang. Ini karena sesungguhnya kita menulis surat bukan sekedar menyampaikan sesuatu; melainkan menyampaikan sesuatu dengan efek (rasa) yang kita inginkan. Kita menginginkan pembaca surat merasakan suasana hati dan perasaan kita ketika kita menulis. Sehingga tertuju mendapatkan pesan itu dengan efek tertentu, misalnya keharuan.
Makanya mungkin saja kita menulis:
Detik-detik yang bergerak merangkai waktu kian membatukan rasa ingin bertemu. Tiap saat kuhitung angka yang tanggal pada kalender di meja belajarku, benak melayang pada apa yang tengah kau lakukan di sana. Betapa hari tanpamu terasa mati….
Begitulah. Sehingga penting bagi kita membuat tulisan dalam rangkaian kata sedemikian rupa agar efek yang kita inginkan mengena.
Fungsi bungkus sama seperti bungkus makanan. Bayangkan sebuah makanan ringan (snack) dengan bungkus warna-warni dan makanan tradisional yang hanya berbungkus daun. Mana yang lebih menarik bagi anak kecil yang menjadi tertuju produk tersebut?
Kita tahu kemasan begitu penting untuk membungkus isi pesan yang ingin kita sampaikan. Karenanya kita belajar teknik menulis untuk membungkus pesan kita. Baik lewat puisi, cerpen maupun artikel.
Karenanya, di samping sebuah gagasan isi tulisan kita, yang harus kita pikirkan dan renungkan adalah gagasan bungkus tulisan kita. Cara penyampaian kita. Teknik dan gaya penulisan kita.
Mempelajari teknik dan gaya penulisan bisa kita lakukan dengan membaca karya orang lain. Sebagai pembaca kita melakukan: mengupas bungkus à menikmati isi. Tugas pertemuan depan adalah kita membicarakan bungkus dan isi karya yang menarik bagi kita. Bisa berupa puisi, cerpen atau artikel karya orang yang sudah diakui (dimuat di media massa).
Selamat belajar,
Salam kreatif,
Aveus Har
Koordinator Komunitas Rumah Imaji
Instruktur penulisan dasar kelas menulis FLP Pekalongan
**Sebuah sms saya dapatkan dari Khomsi, 19 pada 9 Februari 2009 18:44:
selamat malam, saya ingin bertanya, anda dapat inspirasi membuat cerpen dari mana?dan cara membuat cerpen berkualitas bagaimana?
Untuk Khomsi, terima kasih atas pertanyaannya. Jawaban Insya Allah akan saya up-load minggu depan. Salam kreatif