Sabtu, Juni 28, 2008

SATU-SATU MOTOR KRI BERGUGURAN….

SATU-SATU MOTOR KRI BERGUGURAN….

Teman, sebuah komunitas hanyalah kumpulan orang yang punya kesamaan minat. Dan kita semua tahu Komunitas Rumah Imaji ada sebagai tempat kita saling berbagi dalam dunia penulisan kreatif. Namun bagaimanapun, komunitas butuh kegiatan. Dan selama ini kegiatan kita memang telah berjalan, dengan ‘motor’ yang berubah-ubah.

Awalnya ada Dedy dan Lita. Dua teman kita dari Kota Pekalongan yang mau bersusah payah bersama Ave, Pak Huda, dan Bu Ina, mengadakan bincang bersama penulis pekalongan di Doro 2 Desember 2007 silam. Tapi dalam perjalanan kemudian, Lita mengundurkan diri dari aktivitas KRI karena kesibukan kuliah.

Lalu dalam perjalanan, dari hasil kegiatan di doro itu, ada Fandi Hidayat dan Widyasari yang membantu mengadakan kegiatan-kegiatan berikutnya. Sekarang, Dedy mengundurkan diri karena ingin membangun komunitas sendiri di Kota Pekalongan dan memfokuskan diri di Dewan Kesenian Kota Pekalongan. Tentu saja kita mendukung niat mulia Dedy. Bagaimana pun, dengan semakin banyak komunitas penulis di Pekalongan, akan semakin menyemarakkan atmosfir kreatif di wilayah kita. Kelak, akan ada persaingan positif dalam berkreativitas di Pekalongan antara Kabupaten dan Kota, dan itu adalah hal yang menggembirakan.

Kemudian Dayat mengundurkan diri karena hendak merantau ke Jakarta. Mencari pekerjaan yang diimpikannya. Dan kita tidak mungkin untuk mencegah meski akan merasa kehilangan motor penggerak yang hebat.

Lalu Widyasari pun menyatakan tidak bisa aktif dalam KRI karena ‘urusan pribadi’. Kita menyadari, tiap orang berhak untuk membuat prioritas dalam hidupnya. Dedy dengan komunitasnya, Dayat dengan pekerjaan, dan Widyasari mewujudkan ‘urusan pribadi’nya. Lalu bagaimana dengan KRI?

Masih ada Erika yang getol belajar sastra. Masih ada Siti Khuzaiyah yang mencintai sastra. Masih ada Abdul Syukur yang menjadikan sastra sebagai bagian dari nafasnya. Namun tentu saja, kita tidak hidup hanya untuk sastra. Kita punya kehidupan masing-masing. Punya kesibukan masing-masing.

Erika dan Siti Khuzaiyah harus membagi waktu dengan kuliahnya yang banyak kegiatan, termasuk di organisasi dakwah yang tidak mungkin ditinggalkan mereka. Abdul Syukur mengajar anak-anak. Menjadi guru yang tentu saja menyita waktu. Apalagi aktif juga di organisasi remaja.

Semoga, di sela kesibukan kita, masih ada sedikit waktu untuk mengadakan kegiatan-kegiatan kreatif. Kegiatan yang seperti visi-misi kita, ingin tidak hanya bermanfaat bagi motor-motor KRI, namun juga bagi masyarakat sekitar.

O, ya. Kita belum punya AD/ART kan? Aku usulkan visi-misi kita:

Visi :
Menciptakan atmosfir kreatif dan menumbuhkembangkan bakat dan minat dibidang kepenulisan kreatif di wilayah pekalongan dan sekitarnya.

Misi :
Saling membagi pengetahuan dan pengalaman dalam proses kreatif.
Mengadakan kegiatan yang merangsang kreativitas menulis bagi masyarakat khususnya remaja di wilayah pekalongan dan sekitarnya.
Saling mendorong sesama anggota untuk terus berkarya.

Nah, dengan sebegitu mulianya, apakah tidak membuat kita terpacu untuk bergerak bersama?

Mari menjadi orang ‘gila’ bersama. Seperti kata seorang teman: hanya orang gila yang mau bersusah payah menciptakan rival. Ha… ha… ha…

Ave … mana karyamu? Sibuk mikir komunitas sampai tidak bisa berkarya, atau sibuk nyari istri?

Ave menjawab: entahlah … (dengan tersipu malu….)

Tidak ada komentar: